Minggu, 28 April 2013

Sifat-Sifat Pathogenisitas Mikroorganisme



Tugas Mikrobiologi


Paper tentang
Sifat-Sifat Pathogenisitas Mikroorganisme

oleh :
Kelompok 3



Novi Afriyani Nur                         1102101010031
Eni Gustina                                   1102101010033
Vina Suprapto Putri                      1102101010035
Cut Shavrina Devinta Fauzi          1102101010043
Doli Ihsan Siregar                         1102101010045
Fandi Meika Putra                         1102101010047










FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH


Pendahuluan

Bakteri adalah suatu mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan memiliki jumlah yang banyak disekitar lingkungan kita. Bakteri banyak ditemukan hampir diseluruh media/tempat seperti: tanah, udara, air, di tubuh makhluk hidup dan sebagainya.

Bakteri merupakan penyebab penyakit yang cukup sering terjadi. Karena banyaknya manusia yang mengabaikan penyakit tersebut karena terkadang gejala awal yang diberikan ada gelaja awal yang biasa saja. Maka dari itu alangkah baiknya jika kita dapat mengetahui bagaimana cara bakteri itu menginfeksi dan gejala-gejala apa yang akan diberikannya. Pada dasarnya dari seluruh mikroorganisme yang ada di alam, hanya sebagian kecil saja yang merupakan patogen.

Pathogen adalah suatu kemampuan organisme atau mikroorganisme untuk menyebabkan penyakit pada organisme lain. Kemampuan pathogen untuk menyebabkan penyakit disebut dengan pathogenisitas. Dan patogenesis disini adalah mekanisme infeksi dan mekanisme perkembangan penyakit.

Infeksi adalah invasi inang oleh mikroba yang memperbanyak dan berasosiasi dengan jaringan inang. Infeksi berbeda dengan penyakit. Sebagaimana kita ketahui sebelumnya mikroorganisme adalah organisme hidup yang berukuran mikroskopis sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Karena beberapa hal, mikroorganisme dapat dapat masuk secara alami ke dalam tubuh makhluk hidup, tinggal dan menetap dalam tubuh mahkluk hidup atau hanya bertempat tinggal sementara. Mikroorganisme ini dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi tertentu dapat juga menimbulkan penyakit.


Bakteri patogen dibagi menjadi dua kelompok besar.

1.        Bakteri patogen intraseluler

Bakteri ini hanya menyebabkan penyakit bila masuk ke dalam tubuh makhluk hidup. Contohnya, Mycobacterium tuberculosis, bakteri yang menjadi penyebab penyakit TBC.

2.        Bakteri kondisional

Bakteri yang dapat menimbulkan penyakit dalam keadaan tertentu. Bakteri kondisional umumnya mengambil keuntungan dari kelemahan yang diderita makhluk hidup, misalnya luka yang menganga atau kondisi kekebalan tubuh yang sedang menurun. Bakteri patogen kondisional biasanya tersebar dengan mudah melalui benda-benda yang dipakai bersama-sama. Misalnya, pegangan pintu, tombol elevator, serta pegangan kursi ataupun meja. Contoh bakteri kondisional adalah Haemophilus influenza, penyebab penyakit influenza pada manusia.

Mikrooranisme pathogen apabila masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan atau menyebabkan penyakit. Pada umumnya mikroorganisme pathogen bila masuk ke dalam tubuh akan terjadi suatu keadaan keracunan atau infeksi, dan perlu diketahui bahwa keracunan dan infeksi ini mempunyai akibat yang sama yaitu sama-sama menimbulkan penyakit.

1.      Infeksi mikroba

Umumnya terjadi apabila mikroorganisme masuk kedalam tubuh dan dapat menembus atau merusak sistim pertahanan tubuh sehingga menimbulkan penyakit, jalur umum masuknya mikroorganisme seperti ini biasanya melalui makanan serta minuman yang sudah terkontaminasi, busuk, dan tidak layak di konsumsi. Kuman tersebut bisa menginfeksi melalui 4 tahap yaitu:

1.      Adhesi (menempel
2.      Kolonisasi (berbiak)
3.      Penetrasi (masuk ke tubuh)
4.      Invasi (menyebar ke seluruh tubuh sambil berbiak

Beberapa contoh penyakit akibat infeksi yaitu:
1.      Bakteri : TBC, Tetanus, Pneumonia, gonorrhea.
2.      Virus : Selesma, Influenza Rabies.
3.      Jamur : Kurap, kutu air.
4.      Parasit internal : Disentri, Malaria

2.        Keracunan

Dapat terjadi karena masuknya suatu racun yang berasal dari komponen anorganik, keracunan juga dapat terjadi akibat tertelannya toksin yang merupakan metabolisme sel-sel mikroorganisme tertentu yang disebut sebagai intoksikasi.
Intoksikasi (keracunan) adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya.

Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan :
1.      E. coli (Escherichia coli) dapat menyebabkan gejala diare berat, sakit perut, muntah-muntah.
2.      Listeria dapat menyebabkan gejala demam, panas dingin, sakit kepala, sakit perut.
3.      Vibrio parahaemolyticus dapat menyebabkan mual, muntah demam, dan diare.
4.      Salmonela akan menyebabkan diare, demam, sakit perut, dan sakit kepala.
 Mikroorganisme pathogen diketahui memasuki inang melalui organ-organ tubuh antara lain :
1.         Saluran pernapasan
Yaitu melalui hidung dan mulut yang dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan seperti salesma, pneumonia, tuberculosis.

2.         Saluran pencernaan
Yaitu melalui mulut yang dapat menyebabkan penyakit tifus, para tifus, disesntri, dll.

3.         Kulit dan selaput lendir
Adanya luka mesekipun kecil dapat memungkinkan mikroba seperti staphylicoccus yang menyebabkan bisul.

4.         Saluran urogenital
Yaitu melalui cara reproduksi yang menyebabkan mikroorganisme tersebut masuk dan menyebar pada individu yang lain.

5.         Darah

Mikroorganisme pathogen yang dapat menimbul penyakit memiliki karakteristik atau kriteria tertentu seperti:

·           Harus mempunyai daya pathogenitas yang tinggi
·           Memiliki daya virulensi (keganasan) yang kuat
·           Adanya daya invasi yang tinggi sehingga dapat berkembangbiak dan menyebar kedalam tubuh
·           Memiliki daya pertahanan dan daya hindar yang baik terhadap serangan sel-sel fagosit didalam tubuh
·           Dapat berpindah dari satu host ke host yang lain
·           Membentuk toksin.

Faktor yang mendasari Mekanisme Patogenisitas Bakteri adalah sebagai berikut :

1.      Invasiveness

Kemampuan untuk menyerang jaringan. Ini meliputi mekanisme untuk kolonisasi (kepatuhan dan multiplikasi awal), produksi zat ekstraselular yang memfasilitasi invasi (invasins) dan kemampuan untuk memotong atau mengatasi mekanisme pertahanan inang.

2.      Toxigenesis

Kemampuan bakteri untuk menghasilkan racun. Bakteri dapat menghasilkan dua jenis racun disebut exotoxins dan endotoksin.

a.         Exotoxins adalah racun yang dilepaskan dari sel bakteri dan dapat bertindak di bagian jaringan yang menghapus situs pertumbuhan bakteri.

b.        Endotoksin dapat dilepaskan dari pertumbuhan sel-sel bakteri hasil dari pertahanan inang efektif (misalnya lisozim) atau kegiatan antibiotik tertentu.



Bakteri penyebab penyakit pada manusia:

No.
Nama bakteri
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Tifus
2.
Disentri basiler
3.
Kolera
4.
Influensa
5.
Pneumonia (radang paru-paru)
6.
TBC paru-paru
7.
Tetanus
8.
Meningitis (radang selaput otak)
9.
Gonorrhaeae (kencing nanah)
10.
Sifilis atau Lues atau raja singa
11.
Lepra (kusta)
12.
Puru atau patek

Bakteri penyebab penyakit pada hewan:

No.
Nama bakteri
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Brucellosis pada sapi
2.
Mastitis pada sapi (radang payudara)
3.
Antraks
4.
Bengkak rahang pada sapi
5.
Penyakit pada ikan




Cara menghindari Infeksi Bakteri Pathogen

·         Menjaga daya tahan tubuh agar tubuh tidak rentan terinfeksi virus atau bakteri
·         Menjaga lingkungan agar selalu bersih tidak kumuh agar tidak banyak lalat beterbangan.
·         Mengolah makanan engan cara higienis, di antaranya adalah dengan mencuci bersih bahan makanan dan mengolahnya hingga benar-benar matang.
·         Membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun antikuman, terutama sebelum makan dan sesudah buang air.
·         Memastikan alat masak dan alat makan selalu terjaga kebersihannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar