Minggu, 28 April 2013

FOSFOR



Tugas Fisiologi II


Makalah tentang
Fosfor

oleh :
Kelompok I



Cut Shavrina Devinta Fauzi            1102101010043
Eni Gustina                                      1102101010033
Fitri Nadianti                                   1102101010057
Habibah Annum                              1102101010095
Rahma Yanti Siregar                       1102101010065
Rino Bahri                                       1102101010051



LOGO+UNSYIAH.png








FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2012
A.      Definisi Fosfor

Mineral adalah salah satu bahan kimia yang ada dalam tubuh makhluk hidup. mineral biasanya terdapat dari tanah. Mineral ada yang larut di dalam air lalu masuk ke dalam tubuh melalui air minum atau air yang dipakai untuk mencuci atau memasak. Selain itu mineral juga masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang sebagian diabsobsi noleh dinding usus. Makanan yang masuk ke dalam tubuh terdiri dari bahan organik dan air sebesar 96% dan sisanya terdiri dari unsur mineral. Mineral masuk ke dalam tubuh dan berbentuk garam lalu digunakan dalam bentuk elektrolit.
Fosfor (P) memegang peranan penting dalam membina struktur dan fisiologi tubuh. ATP, asam nukleat, membran, protein, dan berbagai macam enzim mengandung unsur P dalam bentuk ikatan fosfat. Untuk melepaskan glukosa dari glikogen sebagai sumber energi dan untuk merubah glukosa menjadi glukogen yang akan di simpan dalam hati dan otot perlu gugus fosfat sebagai pelaksana reaksi. Dalam bentuk garam anorganik unsur ini mudah diabsorpsi dari usus. Dalam darah sangat penting, ikut membina eritrosit dan plasma darah. Kelebihan P sebagian besar dibuang lewat kemih, sebagian kecil lewat tinja.
Dalam tulang rawan penting untuk proses pembentukan tulang.
Unsur ini juga perlu memelihara kelancaran fungsi ginjal menyaring ampas metabolisme untuk jadi kemih (Siswono 2001).

B.       Fungsi Fosfor

1.         Memberikan energi  dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan kesehatan gigi dan gusi
2.         Sebagai kontraksi otot
3.         Pembentukan tulang dan gigi
4.         Untuk proses metabolisme lemak dan pati
5.         Sintesis DNA dalam Pembentukan  sel baru
6.         Penyerapan dan pemakain kalsium dalam tubuh



C.       Sumber Fosfor
a.    Jagung






b.    Ikan






c.    Kuning Telur







d.   Susu



e.    Kacang-kacangan







f.     Sayuran Hijau







D.      Dampak Fosfor Bagi Tubuh

a.         Dampak Kelebihan Fosfor

Kelebihan fosfor karena makanan jarang terjadi. Bila kadar fosfor darah terlalu tinggi, ion fosfat akan mengikat kalsium sehingga dapat menimbulkan kejang. Kelebihan fosfor dapatmenyebabkan Hiperfosfatemia (kadar fosfat yang tinggi dalam darah) adalah suatu keadaandimana konsentrasi fosfat dalam darah lebih dari 4,5 mgr/dL darah.
Ginjal yang normal sangat efisien dalam membuang kelebihan fosfat sehingga hiperfosfatemia jarang terjadi, kecuali pada penderita kelainan fungsi ginjal yang sangat berat. Pada penderita gagal ginjal, hiperfostatemia merupakan suatu masalah karena dialisa sangat tidak efektif dalam membuang kelebihan fosfat.



b.         Dampak Kelebihan Fosfor

Karena fosfor banyak terdapat di dalam makanan, jarang terjadi kekurangan. Kekurangan fosfor biasa terjadi bila menggunakan obat antacid untuk menetralkan asam lambung, seperti aluminium hidroksida untuk jangka lama.
Alumunium hidroksida mengikat fosfor, sehingga tidak dapat diabsorpsi. Kekurangan fosfor juga biasa terjadi pada penderita yang kehilangan banyak cairan melalui urin.
Kekurangan fosfor menyebabkan kerusakan tulang. Gejalanya adalah rasa lelah, lemah otot, kurang nafsu makan dan kerusakan tulang.Bayi prematur juga dapat menderita kekurangan fosfor, karena cepatnya pembentukan tulang sehingga kebutuhan fosfor tidak bisa dipenuhi oleh ASI.
Selain itu kekurangan fosfor dapat menyebabkan Hipofosfatemia. Hipofosfatemia didefinisikan sebagai konsentrasi fosfor dibawah normal ( kurang dari 2,5 mgr/dL darah).Hipofosfatemia dapat terjadi selama pemberian kalori pada pasien dengan malnutrisi kalori- protein yang parah. Hal ini paling mungkin untuk terjadi dengan masukan atau pemberian sangat banyak karbohidrat sederhana. Hipofosfatemia jelas dapat terjadi pada pasien malnutrisi yang mendapat nutrisi parenteral total (NPT) jika kehilangan fosfor tidak diperbaiki secara dekat.



Daftar Pustaka

Siswono.2001. Mineral dalam kehidupan. http//www.gizi.net. [14 Desember 2009]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar